Mengenal Legundi, Herbal Anti Alergi

Print
Written by Prof. Dr. Zullies Ikawati Apt   

 

Pernah melihat tanaman legundi? Tanaman Legundi memiliki nama latin Vitex trifolia, dan termasuk dalam famili verbenaceae. Tanaman ini termasuk tanaman pohon yang dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Ia dikenal dengan berbagai nama daerah seperti: Gendasari (Melayu), legundi, lilogundi (Palembang), langgundi (Minang), Lagundi (Sunda), Lengghundi (Madura), Galumi (sumbawa), sangari (bima), danuko (Kalimantan), lanra (Makasar), Lawasani, Pala (Bugis), Ai Tuban (Ambon).

Berdasarkan nomenklaturnya, klasifikasi dari tanaman legundi (Vitex trifolia L.) adalah sebagai berikut :

  • Divisi : Spermatophyta
  • Subdivisi : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Sub kelas : Dialypetalae
  • Bangsa : Solanales
  • Suku : Verbenaceae
  • Marga : Vitex
  • Jenis : Vitex trifolia L.
  • Sinonim : Vitex rotundifolia L. (Backer dan Van den Brink, 1965)

 

Apa kegunaan tanaman ini?

Tanaman ini cukup banyak digunakan untuk pengobatan tradisional yang memiliki barbagai manfaat. Akarnya berguna untuk pencegah kehamilan dan berguna pengobatan pasca pesalinan. Bijinya dimanfaatkan sebagai penyegar badan dan perawatan rambut. Buahnya untuk obat cacing, peluruh haid. Daunnya dipakai untuk luka, diuretik, antipiretik, spasmolitik (Anonim, 1985). Selain itu dilaporkan juga sebagai obat gatal, mencret dan sakit perut (Anonim, 1989).

Apa senyawa dalam legundi?

Legundi merupakan tanaman memiliki kandungan kimia berupa viteksin, casticin, 3,5,7 trimetil quercetagetin, artemetin, 5-metil artemetin, 7-desmetil artemetin, luteolin-7-O-b-D-glukuronid, luteolin 3-O-b-D-glukuronid dan  isoorientin, triterpenoid friedelin, b-sitosterol dan  b-sitosterol-b-D-glukosida (Hernandez et al., 1999). Daun legundi mengandung flavonoid viteksikarpin, viteosin A dan vitetrifolin (Alam, 2005).  Viteksikarpin merupakan senyawa marker daun legundi yang strukturnya seperti pada gambar 1. Kadar viteksikarpin untuk ekstrak daun legundi adalah 4,36% (Ikawati, 2010).

 

 Gambar 1. Struktur senyawa viteksikarpin (Alam, 2005)

 

Legundi sebagai herbal anti alergi?

Legundi saat ini tengah dikembangkan sebagai obat anti alergi, khususnya dari ekstrak daunnya. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak daun legundi memiliki efek tracheospasmolitik pada dosis 1,3 x 10-5M (Alam et al., 2005). Ekstrak air daun Vitex trifolia dilaporkan memiliki aktivitas antiinflamasi dengan penghambatan sintesis Inos,  interleukin IL 6, dan IL 1β (Matsui et al., 2009). Ekstrak daun legundi berefek menghambat degranulasi histamin dari sel mast menggunakan kultur sel RBL-2H3 yang diinduksi dengan DNP-BSA sebagai antigen sebesar 81,58±0,24% (Ikawati et al., 2001), memiliki aktivitas menghambat kontraksi trakea yang diinduksi histamin pada metode organ terisolasi (Wahyuono et al., 2000) dan dapat menghambat kontraksi trakea tersensitisasi yang diinduksi oleh ovalbumin sebagai antigen (Alam et al., 2005). Efek kombinasi ekstrak etanolik daun legundi dan rimpang temulawak pada dosis 0,25 mg/ml menunjukkan efek antialergi melalui penghambatan kontraksi otot polos trakea marmut terisolasi yang diinduksi histamin sebesar 59,70% (Melati, 2008). Telah dilakukan penelitian uji toksisitas subkronik ekstrak etanol daun legundi dengan hasil ada degenerasi hidropik sel hepatosit pada dosis 11,240 g/kg BB dan nekrosis pada dosis 2,810; 5,620 dan 11,240 g/kg BB (Mardliyah, 2006).

Pada beberapa hasil penelitian dilaporkan bahwa Vitex agnus-castus yang mengandung flavonoid  (vitexicarpin) dan vitexin memilki beberapa efek samping yaitu mual, gangguan gastrointestinal, lelah, gangguan menstruasi, mulut kering, akne, pruritis, dan gatal-gatal. Vitex juga dilaporkan berinteraksi dengan kontrasepsi oral. Vitex dalam dosis tinggi bisa mengurangi produksi air susu dan  tidak direkomendasikan untuk ibu hamil (Gardiner, P., 2000; Padmalatha et al., 2009).

Uji klinik legundi sebagai herbal anti alergi telah dilakukan, yang dikombinasikan dengan ekstrak temulawak.  Uji klinik fase I menunjukkan bahwa formula kombinasi ekstrak daun legundi dan rimpang temulawak pada dosis 1500 mg/hari dan 4500 mg/hari persubyek aman dikonsumsi manusia (Baroroh et al, 2011). Uji klinik fase II yang dilakukan pada pasien rhinitis alergi juga menunjukkan hasil yang baik di mana formula uji dapat menurunkan titer IgE sebagai salah satu penanda alergi dan mengurangi jumlah eosinofil pada apus hidung (Ikawati, 2011).

 

Pustaka :

Alam G, 2005, Isolation and sructure elucidation of Tracheospasmolytic Compounds from Vitex trifolia L, Leaves, Disertasi, 9,105, Universitas Gadjah Mada, Yogjakarta.

Anonim, 1989, Pemanfaatan Tanaman Obat, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Baroroh, H, N, Unpublished, Evaluasi Kemanan Dan Tolerabilitas Formula Ekstrak Daun Legundi (Vitex trifolia L) dan Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) pada Subjek Sehat, Thesis, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Hernandez, M.M,  Heraso, C., Villarreal, M.L., Vargas-Arispuro, I., Aranda, E., 1999, Biological activities of crude plant extracts from Vitex trifolia L. (Verbenaceae), Journal of Ethnopharmacology, (67) , 37–44

Heyne, K., 1987, Tanaman Berguna Indonesia, Jilid II, Yayasan Sarana Wanajaya, Jakarta, 1029

Gardiner, P., 2000, Chasteberry (Vitex agnus-castus), Longwood Herbal Task Force: http://www.mcp.edu/herbal/default.htm, diakses Maret 2011

Ikawati Z, Wahyuono S, Maeyama K, 2001. Screening of several Indonesian medicinal plants for their inhibitory effect on histamine release from RBL-2H3 cells. J. Ethnopharmacol. 75, 249-256.

Ikawati, Z., 2010, Pengembangan Formula Ekstrak Daun Legundi (Vitex trifolia L.) dan Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Sebagai Fitofarmaka Untuk Anti Alergi, Laporan Penelitian, Fakultas Farmasi, UGM, Yogyakarta

Melati, R, 2008, Pengaruh Pemberian Campuran Ekstrak Etanolik Daun Legundi (Vitex trifolia L.) dan Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Respon Kontraksi Otot Polos Trakea Marmut Terisolasi yang Diinduksi Histamin, Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada.

Padmalatha, K., Jayaram, K., Raju, N.L., Prasad, M.N.V, Rajesh Arora, 2009, Ethnopharmacological and biotehnological significance of Vitex, Bioremediation, Biodiversity and Bioavailability, Global Science Books