Kemukus Mengatasi Asma

Print
Written by Prof. Dr. Wahyono SU., Apt   

 

Indonesia sangat kaya akan sumber yang berasal dari alam serta banyak tanaman mengandung suatu senyawa yang belum diketahui dan dimanfaatkan untuk pengembangan obat baru. Obat tradisional di Indonesia dikenal sebagai jamu. Jamu ini dapat sendirian atau merupakan campuran dari bermacam-macam tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk bermacam-macam pengobatan, bermacam-macam penyakit atau untuk menjaga kesehatan.

Jamu adalah istilah untuk obat tradisional yang umumnya dibuat dari tanaman. Meskipun saat ini obat modern masih digunakan, tetapi masih banyak penduduk Indonesia yang meggunakan jamu. Diperkirakan bahwa 70-80 % penduduk Indonesia menggunakan jamu. Banyak jamu digunakan sebagai pencegahan daripada untuk penyembuhan penyakit serta untuk menjaga kesehatan. Sebagai tambahan juga bahwa jamu digunakan juga untuk kecantikan, mengurangi berat badan, mempertahankan stamina serta penambah nafsu makan. Banyak penduduk Indonesia memilih menggunakan jamu antiasma karena harganya relatif murah. Buah Piper cubeba (kemukus) adalah salah satu penyusun dari jamu yang digunakan untuk mengatasi asma atau masalah gangguan pernapasan. Secara tradisional pemakaian kemukus sebagai berikut : Kira-kira sebanyak 2 sendok makan kemukus ditambah dengan 2 gelas air kemudian didihkan sampai volumenya 1 gelas. Selain itu dapat juga dicampur sama banyak dengan temulawak (ukuran 2 jari). Diminum hangat-hangat kalau merasa sesak napas dapat dicampur dengan gula batu atau gula

Tanaman Piper cubeba ini dikenal di Jawa sebagai kemukus. Tanaman ini asli Jawa dan beberapa kepulauan India Timur. Tanaman ini memanjat dan melilit, batang berkayu. Selain itu buah kemukus digunakan di Indonesia untuk antiseptik-diuretik, untuk stimulasi membran mukosa saluran kencing terutama pengidap gonore lanjut. Selain itu digunakan untuk pengeluaran lendir. Buah kemukus berisi ragam senyawa dengan beraneka ragam aktivitas farmakologinya. Beberapa senyawa termasuk golongan alkaloida, lignan dan terpena.

 

Hasil uji trakeospasmolitik terhadap ekstrak dan senyawa hasil isolasi dari buah kemukus dengan menggunakan trakea marmut terpisah yang diinduksi dengan metakolina menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana dari kemukus yang berisi beberapa  senyawa dua diantaranya mempunyai khasiat trakeospasmolitik. Senyawa tersebut adalah kubebin dan dihidrokubebin. Penelitian antiradang ekstrak n-heksana buah Piper cubeba menggunakan cakar tikus yang dibuat bengkak oleh karagenin menunjukkan bahwa ektrak buah tersebut berkhasiat sebagai antiradang. Aktivitas tersebut karena keberadaan kubebin dalam ekstrak tersebut. Selain itu kubebin juga menghambat jalur siklooksigenase (COX-1) salah satu pencetus timbulnya radang. Dengan demikian penggunaan kemukus untuk sesak napas utamanya asma secara tradisonal sudah sesuai karena asma sendiri selain sesak napas juga merupakan mekanisme radang. Dengan digodog dengan air panas seperti pemakaian di masyarakat rupa-rupanya senyawa yang berkhasiat dapat larut di air panas tersebut.