Jamu Diperjuangkan Sebagai Warisan Dunia

Print
KEMENTRIAN Perdagangan resmi mengajukan salah satu produk ramuan pengobatan tradisional "jamu", ke badan dunia PBB "UNESCO", untuk disahkan sebagai salah satu warisan dunia.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurti mengatakan langkah mengusulkan jamu sebagai world heritage telah dilakukan sejak tahun 2008 lalu. Alasan jamu diusulkan ke UNESCO disebabkan meskipun jamu termasuk salah satu produk ramuan tradisional warisan nenek moyang, namun jamu tidak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga dikenal hingga mancanegara telah mengenal jamu.

"Selain itu, upaya ini memang sengaja ditempuh agar jamu tidak diklaim negara lain sebagai salah satu unsur kekayaannya," jelas Bayu usai 'Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Komoditas Pertanian di Indonesia’, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/1/2013).

Selain mengupayakan agar jam diakui dunia sebagai salah satu warisan dunia, Kementerian Perdagangan juga terus menggaungkan pada masyarakat tentang esensi dari jamu itu sendiri. Salah satunya, yakni dengan memberi pemahaman ke masyarakat luas bahwa jamu bukan hanya sekedar sebagai obat.

Namun lebih dari itu, jamu juga merupakan beverage (minuman) yang mampu memberi kesegaran bagi penikmatnya. Jamu pun bisa dimanfaatkan pula sebagai pendukung lifestyle seperti untuk kosmetik maupun leisure (spa).

“Kami akan gali terus, kami dokumentasikan historinya dan ini sedang kami usulkan untuk masuk menjadi world heritage. Selain itu agar mendapatkan value dari brand yang kita punya,”

Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, juga memaparkan saat ini Kementerian Perdagangan tengah giat menggalakan program daerah untuk memiliki atase perdagangan antara daerah.

Tujuannya, agar antar daerah tidak menggantungkan pusat, namun terjalin perdagangan antara daerah. Saat ini, baru dua daerah yang telah terbentuk atase perdagangan antar daerah yaitu Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Menurut Bayu, dengan adanya atase perdagangan antar daerah tersebut, diharapkan semakin meningkatkan penjualan produk domestik. Apalagi dalam perdagangan antar daerah tersebut, mereka tidak hanya menjual tetapi juga  mencari produk dari daerah lain untuk kepentingan industrinya.

"Atase perdagangan ini sebagai salah satu upaya memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Meskipun secara umum, masih perlu ditingkatkan lagi,"pungkasnya.