Teliti Daun Legundi “Gemini” Raih Doktor

Print

YOGYAKARTA - Dr Drs Gemini Alam MSi Apt, dosen FMIPA Universitas Hasanuddin yang meneliti daun legundi berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Farmasi UGM, Senin lalu. Pada ujian promosi di Sekolah Pascasarjana UGM dengan promotor Prof Dr Ibnu Gholib Gandjar DEA Apt dan ko-promotor Dr Subagus Wahyuono MSc Apt serta Prof Dr Lukman Hakim MSc Apt, promovendus tersebut dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan.

Menurut Gemini Alam, tanaman legundi merupakan tanaman tropis yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional. Tanaman itu berupa perdu atau pohon kecil yang tingginya 1,5 meter hingga 5 meter, dapat tumbuh di daerah ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.

Batang berkayu, bulat, ranting berambut, berwarna putih. Daunnya majemuk, berseling berhadapan, terdiri atas tiga anak daun berbentuk bulat telur, ujung dan pangkal tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, warna hijau. Rasanya pahit dan tajam.

Berdasarkan penggunaan empirisnya, ujar Gemini Alam, daun legundi berguna untuk mengurangi rasa nyeri, rematik, asma, obat luka, peluruh air seni, penurun panas, dan pembunuh serangga. Bagian daun tanaman itu sudah digunakan sebagai jamu antiasma di beberapa suku di Indonesia.

Dalam 10 tahun terakhir, penyakit gangguan pernafasan meningkat drastis, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Makasar, dan Yogyakarta. Penyakit tersebut dapat disebabkan oleh polusi udara yang sangat tinggi di kota-kota besar.

Menurut survei Kesehatan Rumah Tangga Depkes RI pada tahun 1996, gangguan saluran pernafasan seperti bronchitis, enfisema dan asma merupakan salah satu penyakit dalam 10 besar penyebab kematian di Indonesia. Penyakit tersebut tidak hanya dijumpai pada anak-anak usia sekolah dan prasekolah, tetapi juga pada orang dewasa, sehingga dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. (P12-39d)

http://www.suaramerdeka.com/harian/0511/30/ked05.htm